Rabu, 26 Oktober 2011

AKU TIDAK PERCAYA PERSAHABATAN??

Aku tidak naif bahwa aku membutuhkan sahabat. Namun, mulai tahun ini aku tidak percaya lagi akan makna persahabatan. Terlalu sering, kebaikanku disalah artikan, terlau sering penghianatan seorang sahabat menerpaku. Bukanya aku sombong tapi bukankah kita mempunyai sisi individualisme? yang bebas kita bangun sesuai kebutuhan kita. Jujur, aku bukan pribadi yang banyak teman. Karena aku membatasinya. Bisa saja aku bergaul dengan siapa saja, menambah teman untuk hal positif tentunya. Namun, aku takut. Terserah kalian memaknai ketakutanku seperti apa. Karena aku pribadi yang membebaskan oarng lain menilaiku, menilai sikapku, menilai ucapanku dan menilai tindakanku. Hidup ini memang bukan sekedar kepalsuan dan sandiwara belaka, tapi dua unsur itulah yang dominan. Ketika 1000 orang baik kepadamu, apakah semuanya tulus? apakah nantinya jika keperluan mereka usai, mereka akan tetap baik kepadamu? apakah mereka akan selalu menyapamu dengan sebutan kawan? Tentu saja tidak. Aku sudah ahli menghadapi orang2 palsu yang mengatasnamakan "teman: untuk memperbudakku. Bukan memperbudak dengan suatu pekerjaan, tetapi memperbudak dengan perasaan.

3 komentar:

  1. untuk saat ini saya setuju. Tidak ada yang namanya sahabat. TIDAK ADA. Hanya ada dikala butuh saja.

    BalasHapus