Minggu, 28 April 2013

Meet and Greet Mario Maurer and All Cast of Pee Mak at Blitzmegaplex, GI Jakarta

Sawaade Khap ^^ maaf baru update lagi, semester ini sangat menyita banyak waktu. Sekarang aku akan berbagi cerita nih tentang meet and greet Mario Maurer 7 April 2013.

Awalnya aku gk begitu tertarik karena jujur aku bukan oreos (sebutan untuk fans mario) tapi saat blitzmegaplex mengumumka bahwa acara meet and greet ini bukan hanya dihadiri oleh mario tetapi semua pemain film "Pee Mak" aku langsung beli tiketnya.

Untuk mendapatkan tiketnya, aku nitip sm kakak ku karena aku stay di semarang. Perjuangan juga, karena kakak ku beli via online jadi seats yang udah fix dipilih kadang suka gagal. entah karena koneksi atau emang berebutan dengan yang lain. Namun, akhirnya dapet juga itu juga di row "B" kedua dari atas -_-



Aku pergi bersama salah satu temanku namanya Agnes. Kami berangkat pukul 1siang dengan pertimbangan macet walau nyatanya jam 2 siang kamis udah sampai di GI. Kami masuk dan langsung ke blitzmegaplex GI untuk nge-print tiket. Suasanadisana sudah mulai ramai baik dari penonton maupun petugas keamanan. Banyak juga fans2 mario yg gk dapet tiket tetep dateng untuk melihat idola mereka. Setelah nunggu beberapa jam akhirnya jam 5 sore pintu audi dibuka. Oiy, sebelum meet and greet, kita nonton bareng filmnya dulu bareng all cast and director "Pee Mak" sayangnya amrio belum hadir jd gk ikt nonton. Acara dibuka oleh sambutan dari kedutaan Thailand dan sedikit speech dari Davika (Lead Actress of Pee Mak). Setelah itu kita mula nonton filmnya. Diluar ekspektasi, film yg sekilas film horror kelas berat nyatanya lebih banyak comedy nya. Alhasil, seuruh penonton gk henti2nya ketawa melihat tingkah laku mereka. Kurang lebih 2jam sudah Pee Mak berhasil membuat suasana humor yang harmonis. Selanjutnya kita pindah audi untuk acara meet and greetnya, di audi 1. 

Ini yang ditunggu2 para oreos Indonesia, Mario akhirnya keluar juga. Aku penasaran juga sih hhe belum pernah liat langsung soalnya. Setelah semua pemain menunjukkan diri, Mr. Banjong as director menyapa kita semua dan berterimakasih kepada fans Indonesia yang sangat antusias terhadap film Thailand khususnya film Pee Mak. Setelah itu panitia ngadain games, 10org dipilih maju ke stage untuk mendapatkan T-shirt and Poster Pee Mak yng ditandatanganin oleh all cast + director. Sayangnya aku gk kepilih tp gpp lah. setelah itu tanpa diduga mereka harlem shake (minus Davika dan Mr Banjong)
Seluruh ruangan teriak dan tertawa melihat aksi mereka terutama mario yang masih keliatan canggung hhe mungkin jaim juga jd kurang ekspresif harlem shakenya. Setelah itu kita ada photo session, jadi secara bergantian per row kita foto bareng mereka. Nmaun, hanya kamera dari pihak Pee Mak yang boleh memotret. Saat row bagianku mendapat giliran, aku sempat handshake dengan davika dan mario hhe mereka aslinya lebih cantik dan ganteng. Dan soal warna kulit putihnya, itu asli bukan karena make up, davika cantik banget ^^.

Setelah foto, dikarenakan durasi gk cukup agenda diskusi ditiadakan jadi acara diakhiri dengan photo session tadi. Kecewa juga sih, padahal mau ngobrol banyak sm Mr. Banjong hhe mungkin lain waktu bisa, Amin. Pukul 9malam, aku dan agnes keluar dari GI dan pulang menuju bekasi.

Untuk resensi filmnya sendiri, tanpa maksud mendiskriminasi, kali ini aku hanya memberi rating aja ya 8/10. dan sekedar informasi saja, Pee Mak yang baru sebulan rilis sudah mendapat 500 juta Bath dan itu baru di rilis di Thailand dan Indonesia. Jadi, buktikan sendiri kualitas Pee Mak dengan datengin Blitzmegaplex ^^ (mumpung masih tayang).
Kue dari oreos Indonesia dan telah diterima oleh mereka ^^










Selasa, 26 Februari 2013

Resensi film Thailand "3AM"


Sutradara :     Patchanon Thammajira
 Pemain :        Apinya Sakuljaroensuk
                         Chakrit Yamnam
                         Focus Jirakul
                         Karnklao Duaysianklao
                         Ray Macdonald
                         Tony Rakkan





Kali ini Thailand menyuguhkan kembali kemampuan ‘Horror” nya dalam dunia perfilman, ‘3AM” mengusung 3 cerita yang berbeda didalam satu film yang mengambil inti cerita "jam 3 pagi".

 Cerita pertama berjudul “Rambut Palsu”, berkisah tentang keluarga yang memiliki usaha rambut palsu, memiliki dua orang anak perempuan yang menjada toko tersebut. Sang adik yang rajin mengurus toko sedangkan sang kakak yang nakal dan suka berpesta minuman dengan teman-temanya. Suatu ketika ada seorang wanita yang menjual rambut ke toko mereka, sang adik menerimanya dan seperti biasa dia proses untuk menjadi rambut palsu, namun kejanggalan terhadap rambut itu mulai terasa, teror hantu wanita mulai menyerang mereka.



Cerita Kedua berjudul “Pengantin mayat wanita” berkisah tentang sepasang pengantin yang gagal menikah akibat kecelakaan maut sehingga merenggut nyawa mereka namun jasad mereka tetap ditempatkan di rumah yang seharusnya menjadi rumah mereka setelah menikah. Suster yang merawat mayat mereka berdua mencari orang untuk menjaga rumah dan merawat pengantin mayat tersebut. Akhirnya sorang pemuda siap mengambil pekerjaan tersebut. Teror hantu dari mayat pun mulai menyerang pemuda tersebut.

Cerita Ketiga dengan judul “Lembur”,  Bertempat di sebuah oerusahaan grafis, para pekerja yang sibuk mengerjakan tugas mereka bahkan sampai lebur. DI saat waktu lembur tersebut, sang pemilik perusahaan dan asistenya suka member lelucon horror kepada para karyawannya yang imbasnya mereka saling membalas lelucon, sampai suatu ketika lelucon itu sudah tidak lucu lagi.

Resensi :
 
Cerita pertama “Rambut Palsu”, ceritanya menarik, dendan hantu wanita yang rambutnya dialihfungsi menjadi rambut palsu namun sepertinya dendam hantu itu kurang tepat sasaran, director kurang detail dalam menggambarkan kronologi mengapa rambut wanita itu bisa sampai dijual ke took rambut palsu. konflik antara sang kakak dan sang adik juga cukup baik Acting para pemainya cukup meyankin, efek slow motion dibeberapa adegan juga cukup menarik, sound effects terdengar jelas dan menambah kesan tegang. Pesan dalam cerita ini adalah, saling menghargai didalam keluarga itu penting

Cerita kedua “Pengantin Mayat Wanita”. Ini merupakan ide cerita yang sulit ditebak, awalnya mungkin penonton mengira bahwa peran jahat terletak pada sang pengantin pria, namun diakhir cerita perkiraan penonton meleset. Dari segi acting, actor pemeran penjaga rumah kurang, masih terlihat kaku namun untuk pemeran pengantin mayat wanita cukup bagus, dia dapat ber-pose kaku layaknya mayat dengan baik. Flashback yang cukup menjelaskan kronologi cerita sangat jelas. Pesan dari cerita ini adalah profesionalisme dalam bekerja adalah hal yang harus ditaati dalam keadaan apapun.

Cerita Ketiga “Lembur”, ini adalah cerita yang paling kuat dan segar. Ide tentang kejailan para pekerja ketika lembur yang saling menakut-nakuti sangat menghibur. Penonton akan susah menebak mana yang merupakan lelucon dan mana yang merupakan kejadian asli. Unsur komedi nyang diselipkan juga cukup member ‘nafas’ penonton. Acting para pemainya bagus, terlihat mereka tidak kaku dan sudah berpengalaman. Pesan dari cerita ini adalah walaupun lelucon itu menyenangkan tetapi kita harus berlaku sewajarnya jangan sampai berlebihan yang mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain.

KESIMPULAN :
Thailand dengan makna dibalik setiap film-film yang disuguhkan sekamin menunjukkan 'cakar'nya. konsep yang segar dan selalu memberi kejutan-kejutan baru akan berpotensi besar untuk kemajuan perfilman Thailand. 
rating 8/10

Jumat, 25 Januari 2013

Countdown : Suguhan unik dari Thalland #Movies




Sutradara  : Nattawut Poonpiriya
Pemain     :
Jarinporn Junkiet
sebagai Bee
Patchara Chirathivat sebagai Jack
Pataraya Kreusuwansiri sebagai Pam
David Asavanond sebagai Jesus

Sinopsis
Malah tahun baru adalah momen paling ditunggu-tunggu oleh semua orang. Tak terkecuali untuk tiga remaja Thailand, yaitu Jack, Pam dan Bee yang menghabiskan malam tahun mereka di kota sejuta hiburan, New York City!.

Jack sudah 3 tahun tinggal di NYC untuk sekolah bisnis, namun uang sekolah yang selalu dikirim oleh Ayahnya hanya digunakan untuk berfoya-foya. Bee tak jelas latar belakangnya, ia juga tak menceritakan apapun kepada kedua temanya itu.Sementara Pam, mahasiswi sekolah fashion yang terjebah dalam seks bebas.

Jack memutuskan untuk mencoba hal yang berbeda dalam perayaan tahun baru kali ini. Ia ingin berpesta ganja di malam tahun baru, Bee dan Pam pun menyetujui hal itu.
Jack meminta kontak Bandar ganda kepada kakaknya namun kakaknya tidak mau member tahu. Namun, saat Jack sedang membongkar barang-barang kakaknya, ia menemukan potongan-potongan kertas kontak Bandar itu. 

Setelah berhasil menghubungi sang Bandar (Jesus), mereka pun larut dalam pesta ganja tersebut. Jesus terus menawarkan barang baru andalannya.
Namun, tiba-tiba keadaan berubah drastic, Jesus menjadi marah dan memukuli Jack, merusak isi kamar mereka. Pam dan Bee pun tak luput dari serangan Jesus. Kesenangan pun berubah menjadi mencekam. Apa yang sebenarnya terjadi?
 
Resensi
Thailand dengan segudang film komedi yang selalu berhasil mengocok perut penonton kali ini muncul dengan kemasan baru. Countdown dibalut dengan thriller yang masih tergolong aman untuk dinikmati oleh remaja dan anak-anak. Alur cerita dibuat santai, awal adegan mungkin penonton tidak akan mengerti karena dibuat cenderung ‘random’ namun hal ini cukup baik karena membuat penonton penasaran. Masuk ke bagian tengah adegan mulai intens dan cukup memacu adrenaline penonton. Bagi penikmat film thriller, jangan berharap banyak seperti film-film thriller Hollywood yang terkenal dengan kesadisannya.

Adegan-adegan kekerasan, darah, teror sangat sederhana namun dibantu dengan backsound yang bagus dan timing disetiap adegan, cukup membuat penonton merinding. Dari segi acting, mungkin hanya Peach yang menonjol, mungkin karena dia sudah memiliki jam terbang yang lebih dibanding pemain lainnya.
Yang sangat menarik adalah pesan yang terselip diantara terror dan kekerasan dalam film ini. Pesan yang berkaitan degan ajaran Buddha bahwa sebagai manusia kita harus mematuhi ajaran agama.

Kesimpulan
Countdown dapat dijadikan alternatif bagi penikmat film Thailand yang biasa disuguhkan film-film comedy. Ini juga menunjukkan kemajuan dalam industri film Thailand yang mulai disukai banyak penikmat film didunia.

Rating : 7/10