Sutradara :
Patchanon Thammajira
Pemain :
Apinya Sakuljaroensuk
Chakrit
Yamnam
Focus
Jirakul
Karnklao
Duaysianklao
Ray
Macdonald
Tony
Rakkan
Cerita pertama berjudul “Rambut
Palsu”, berkisah tentang keluarga yang memiliki usaha rambut palsu, memiliki
dua orang anak perempuan yang menjada toko tersebut. Sang adik yang rajin
mengurus toko sedangkan sang kakak yang nakal dan suka berpesta minuman dengan
teman-temanya. Suatu ketika ada seorang wanita yang menjual rambut ke toko
mereka, sang adik menerimanya dan seperti biasa dia proses untuk menjadi rambut
palsu, namun kejanggalan terhadap rambut itu mulai terasa, teror hantu wanita
mulai menyerang mereka.
Cerita
Kedua berjudul “Pengantin mayat wanita” berkisah tentang sepasang pengantin
yang gagal menikah akibat kecelakaan maut sehingga merenggut nyawa mereka namun
jasad mereka tetap ditempatkan di rumah yang seharusnya menjadi rumah mereka
setelah menikah. Suster yang merawat mayat mereka berdua mencari orang untuk
menjaga rumah dan merawat pengantin mayat tersebut. Akhirnya sorang pemuda siap
mengambil pekerjaan tersebut. Teror hantu dari mayat pun mulai menyerang pemuda
tersebut.
Kali
ini Thailand menyuguhkan kembali kemampuan ‘Horror” nya dalam dunia perfilman, ‘3AM”
mengusung 3 cerita yang berbeda didalam satu film yang mengambil inti cerita "jam 3 pagi".
Cerita pertama berjudul “Rambut
Palsu”, berkisah tentang keluarga yang memiliki usaha rambut palsu, memiliki
dua orang anak perempuan yang menjada toko tersebut. Sang adik yang rajin
mengurus toko sedangkan sang kakak yang nakal dan suka berpesta minuman dengan
teman-temanya. Suatu ketika ada seorang wanita yang menjual rambut ke toko
mereka, sang adik menerimanya dan seperti biasa dia proses untuk menjadi rambut
palsu, namun kejanggalan terhadap rambut itu mulai terasa, teror hantu wanita
mulai menyerang mereka.
Cerita
Kedua berjudul “Pengantin mayat wanita” berkisah tentang sepasang pengantin
yang gagal menikah akibat kecelakaan maut sehingga merenggut nyawa mereka namun
jasad mereka tetap ditempatkan di rumah yang seharusnya menjadi rumah mereka
setelah menikah. Suster yang merawat mayat mereka berdua mencari orang untuk
menjaga rumah dan merawat pengantin mayat tersebut. Akhirnya sorang pemuda siap
mengambil pekerjaan tersebut. Teror hantu dari mayat pun mulai menyerang pemuda
tersebut.
Cerita
Ketiga dengan judul “Lembur”, Bertempat
di sebuah oerusahaan grafis, para pekerja yang sibuk mengerjakan tugas mereka
bahkan sampai lebur. DI saat waktu lembur tersebut, sang pemilik perusahaan dan
asistenya suka member lelucon horror kepada para karyawannya yang imbasnya mereka saling membalas lelucon, sampai suatu
ketika lelucon itu sudah tidak lucu lagi.
Resensi :
Cerita pertama “Rambut Palsu”, ceritanya
menarik, dendan hantu wanita yang rambutnya dialihfungsi menjadi rambut palsu
namun sepertinya dendam hantu itu kurang tepat sasaran, director kurang detail
dalam menggambarkan kronologi mengapa rambut wanita itu bisa sampai dijual ke took
rambut palsu. konflik antara sang kakak dan sang adik juga cukup baik Acting para pemainya cukup meyankin, efek slow motion dibeberapa
adegan juga cukup menarik, sound effects terdengar jelas dan menambah kesan
tegang. Pesan dalam cerita ini adalah, saling menghargai didalam keluarga itu penting
Cerita kedua “Pengantin Mayat Wanita”. Ini merupakan
ide cerita yang sulit ditebak, awalnya mungkin penonton mengira bahwa peran
jahat terletak pada sang pengantin pria, namun diakhir cerita perkiraan
penonton meleset. Dari segi acting, actor pemeran penjaga rumah kurang, masih
terlihat kaku namun untuk pemeran pengantin mayat wanita cukup bagus, dia dapat
ber-pose kaku layaknya mayat dengan baik. Flashback yang cukup menjelaskan
kronologi cerita sangat jelas. Pesan dari cerita ini adalah profesionalisme dalam bekerja adalah hal yang harus ditaati dalam keadaan apapun.
Cerita Ketiga “Lembur”, ini adalah cerita yang
paling kuat dan segar. Ide tentang kejailan para pekerja ketika lembur yang
saling menakut-nakuti sangat menghibur. Penonton akan susah menebak mana yang
merupakan lelucon dan mana yang merupakan kejadian asli. Unsur komedi nyang
diselipkan juga cukup member ‘nafas’ penonton. Acting para pemainya bagus,
terlihat mereka tidak kaku dan sudah berpengalaman. Pesan dari cerita ini adalah walaupun lelucon itu menyenangkan tetapi kita harus berlaku sewajarnya jangan sampai berlebihan yang mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain.
KESIMPULAN :
Thailand dengan makna dibalik setiap film-film yang disuguhkan sekamin menunjukkan 'cakar'nya. konsep yang segar dan selalu memberi kejutan-kejutan baru akan berpotensi besar untuk kemajuan perfilman Thailand.
rating 8/10

waaah.. penasaran ingin nonton. tapi di mana kalo di bogor ???
BalasHapus