Selasa, 26 Februari 2013

Resensi film Thailand "3AM"


Sutradara :     Patchanon Thammajira
 Pemain :        Apinya Sakuljaroensuk
                         Chakrit Yamnam
                         Focus Jirakul
                         Karnklao Duaysianklao
                         Ray Macdonald
                         Tony Rakkan





Kali ini Thailand menyuguhkan kembali kemampuan ‘Horror” nya dalam dunia perfilman, ‘3AM” mengusung 3 cerita yang berbeda didalam satu film yang mengambil inti cerita "jam 3 pagi".

 Cerita pertama berjudul “Rambut Palsu”, berkisah tentang keluarga yang memiliki usaha rambut palsu, memiliki dua orang anak perempuan yang menjada toko tersebut. Sang adik yang rajin mengurus toko sedangkan sang kakak yang nakal dan suka berpesta minuman dengan teman-temanya. Suatu ketika ada seorang wanita yang menjual rambut ke toko mereka, sang adik menerimanya dan seperti biasa dia proses untuk menjadi rambut palsu, namun kejanggalan terhadap rambut itu mulai terasa, teror hantu wanita mulai menyerang mereka.



Cerita Kedua berjudul “Pengantin mayat wanita” berkisah tentang sepasang pengantin yang gagal menikah akibat kecelakaan maut sehingga merenggut nyawa mereka namun jasad mereka tetap ditempatkan di rumah yang seharusnya menjadi rumah mereka setelah menikah. Suster yang merawat mayat mereka berdua mencari orang untuk menjaga rumah dan merawat pengantin mayat tersebut. Akhirnya sorang pemuda siap mengambil pekerjaan tersebut. Teror hantu dari mayat pun mulai menyerang pemuda tersebut.

Cerita Ketiga dengan judul “Lembur”,  Bertempat di sebuah oerusahaan grafis, para pekerja yang sibuk mengerjakan tugas mereka bahkan sampai lebur. DI saat waktu lembur tersebut, sang pemilik perusahaan dan asistenya suka member lelucon horror kepada para karyawannya yang imbasnya mereka saling membalas lelucon, sampai suatu ketika lelucon itu sudah tidak lucu lagi.

Resensi :
 
Cerita pertama “Rambut Palsu”, ceritanya menarik, dendan hantu wanita yang rambutnya dialihfungsi menjadi rambut palsu namun sepertinya dendam hantu itu kurang tepat sasaran, director kurang detail dalam menggambarkan kronologi mengapa rambut wanita itu bisa sampai dijual ke took rambut palsu. konflik antara sang kakak dan sang adik juga cukup baik Acting para pemainya cukup meyankin, efek slow motion dibeberapa adegan juga cukup menarik, sound effects terdengar jelas dan menambah kesan tegang. Pesan dalam cerita ini adalah, saling menghargai didalam keluarga itu penting

Cerita kedua “Pengantin Mayat Wanita”. Ini merupakan ide cerita yang sulit ditebak, awalnya mungkin penonton mengira bahwa peran jahat terletak pada sang pengantin pria, namun diakhir cerita perkiraan penonton meleset. Dari segi acting, actor pemeran penjaga rumah kurang, masih terlihat kaku namun untuk pemeran pengantin mayat wanita cukup bagus, dia dapat ber-pose kaku layaknya mayat dengan baik. Flashback yang cukup menjelaskan kronologi cerita sangat jelas. Pesan dari cerita ini adalah profesionalisme dalam bekerja adalah hal yang harus ditaati dalam keadaan apapun.

Cerita Ketiga “Lembur”, ini adalah cerita yang paling kuat dan segar. Ide tentang kejailan para pekerja ketika lembur yang saling menakut-nakuti sangat menghibur. Penonton akan susah menebak mana yang merupakan lelucon dan mana yang merupakan kejadian asli. Unsur komedi nyang diselipkan juga cukup member ‘nafas’ penonton. Acting para pemainya bagus, terlihat mereka tidak kaku dan sudah berpengalaman. Pesan dari cerita ini adalah walaupun lelucon itu menyenangkan tetapi kita harus berlaku sewajarnya jangan sampai berlebihan yang mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain.

KESIMPULAN :
Thailand dengan makna dibalik setiap film-film yang disuguhkan sekamin menunjukkan 'cakar'nya. konsep yang segar dan selalu memberi kejutan-kejutan baru akan berpotensi besar untuk kemajuan perfilman Thailand. 
rating 8/10

1 komentar:

  1. waaah.. penasaran ingin nonton. tapi di mana kalo di bogor ???

    BalasHapus