#BTWBallGBK sudah menghitung hari. Saya sudah mempersiapkan kostum khusus untuk konser nanti. Perasaan saya menggebu2 cepat2 ingin ke tanggal 3juni. Namun, Mimpi itu (belum) menjadi nyata.
Pertama kali saya mengetahui berita batalnya konser lady gaga. saya langsung lemes seketika. Berita ini sudah resmi dan itulah yang membuat saya makin sedih. Saya tunggu beberapa saat, barulah promotor @bigdaddy mengeluarkan statement resmi melalui akun twitternya. Saya benar-benar sedih. Ini bukan persoalan apakah uang tix akan dikembalikan atau tidak tapi ini soal seorang fans yang ingin bertemu dengan idolanya.
Seorang fans yang ingin bernyanyi, menari, teriak2 dengan lil monsters lainya bersama sang Mother Monsters. Lebih lanjut lagi, saya teringat tweet dan video @ladygaga yang berterimakash kepada fans nya di Indonesia dan berjanji akan datang ke Indonesia.Namun ini semua bukan salah @ladygaga ataupun promotor. Semua terjadi karena terlalu sempitnya pemikiran mereka yang melakukan protes dan mengancam kekerasan. Lady Gaga sosok fenomenal yang memang bukan hanya di negara kita di protes tapi di banyak negara dia juga di protes tapi konser tetap berjalan. kenapa? karena tidak ada ancaman kekerasan.
![]() | |
| Born This Way Ball at Japan |
![]() |
| Born This Way Ball at Japan |
Ya.. sekarang mau gimana lagi? pihak lady gaga telah membatalkan konser dan tidak ada yang bisa merubahnya. Hanya satu yang tetap akan terjadi bahwa kami little monsters akan terus mengidolakan mother monster, akan terus belajar darinya. akan terus menikmati karya-karyanya. Lady Gaga mengajarkan kebebasan berekspresi, mengajarkan bahwa menjadi beda itu bukan masalah, mengajarkan bahwa nikmat Tuhan itu sudah sepatutnya disyukuri.
Perasaan saya mulai membaik saat @ladygaga berkomentar melalui akun twitter ny @ladygaga
"We had to cancel the concert in Indonesia. I'm so very sorry to the fans & just as devastated as you if not more. You are everything to me"
"I will try to put together something special for you. My love for Indonesia has only grown. #GagaSendsLoveToJakarta and all its people."
Bagaimana bisa kalian memanggil wanita lembut dengan sebutan "setan" yang ketika kalian menghujat, dia malah memberi cinta?
Kekhawatiran saya hanya satu, ketika Indonesia sebuah negara yang (masih-terus) berkembang bisa membatasi seseorang yang masuk dalam 100 orang paling berpengaruh maka jangan gigit jari saat musisi atau siapapun orang Indonesia dipersulit atau dilarang berkarya di negara lain. Saya tidak mengharapkan hal itu terjadi tapi ya kita lihat saja.


