Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai kelebihan dan kelemahan
yang berbeda. Tuhan juga menciptakan manusia dengan sifat, fisik,
karakter, dan latar belakang yang berbeda. Kita terlahir dengan bakat,
selera dan kesuakaan yang berbeda. Hal
itulah yang menjadikan hidup berwarna. Kita jadi dapat mengerti dan
belajar dari perbedaan-perbedaan itu Namun perbedaan itu tetap dipandang
sama oleh-Nya. Mengapa? karena kita diciptakan oleh Sang Pencipta yang
sama.
Mengingat Tuhan pun memandang kita sama, lalu
pertanyaan pun muncul "mengapa kita saling menyipitkan mata melihat satu
sama lain?". Ya, tidak usah mengelak bahwa perbedaan-perbedaan diantara
kita menimbulkan kesenjangan tersendiri. Mau antarsuku, antar daerah,
antar negara atau bahkan dari wadah yang paling sederhana, keluarga.
Namun saya tidak akan membahas lebih jauh mengenai perbedaan ini.
Kali
ini saya akan membahas mengenai maraknya orang-orang yang me-NGEKOR
orang lain. Saya tidak mengerti juga kapan dan bagaimana awalnya
fenomena ini muncul. Yang pasti ini sungguh ironis.
Bagaimana
tidak? masyarakat kita seolah-olah kehilangan jatidiri mereka. Mereka
hanya terus mengekor orang lain dengan alasan hal itu baik menurut
anggapan mereka.Ketika globalisasi tidak dapat dibendung lagi, budaya
yang masuk tidak dapat disaring sehingga masyarakat kita seakan
terhanyut kedalamnya.
Contoh kecil saja mengenai
fenomena '"jersey bola" yangs sedang in sekali dikalangan masyarakat
kita. Ya, kaos bola dengan berbagai macam tim kini tersedia dimana saja.
Mulai dari toko grosiran sampai toko online. Saya mensyukuri akan hal
ini karena ini merupakan peluang bisnis yang bagus. Banyak dari teman
saya yang mendapat keuntungan dan pengalaman berbisnis dari jersey bola
ini.
Namun, terselip fenomena kecil yang cukup menarik.
Ketika para perempuan dengan penuh semangat kilat ikut meramaikan
pangsa pasar jersey bola. Kilat karena dengan sekejap tiba-tiba mereka
sangat akrab dengan olahraga sepak bola. Memang banyak juga perempuan
yang menyukai sepak bola dan saya tidak mempermasalahkan hal itu.
Namun
bagi mereka yang mendadak terhanyut dalam euforia sepak bola itulah
yang menjadi permasalahan. Saya tidak ingat sejak kapan teman-teman saya
yang tidak menyukai sepakbola tiba-tiba menyukai sepak bola dan
berkomentar mengenai hal itu dengan sangat terampil. Saya tidak ingat
sejak kapan mereka dengan bangganya memakai jersey bola tim yang mereka
dukung walaupun pengetahuan mereka masih dipertanyakan.
Saya
termasuk orang yang biasa saja terhadap sepak bola dan tidak memiliki
ketertarikan kepada hal itu. Jadi, saya paham mana mereka yang
benar-benar fans sepak bola dan mana yang hanya me-NGEKOR. Ini hanya
persoalan selera bukan? jikalau persoalan sederhana ini saja sudah
mengekor bagaimana nantinya dengan persoalan yang krusial?. Ah, mungkin
saya terlalu serius, bisa saja mereka yang mengekor itu hanya
bersenang-senang mengikuti keadaan yang ada.
Namun,
bagaimana kabarnya dengan 'prinsip'? bukankah setiap orang memiliki hal
itu?. Prinsip yang membedakan kita dengan orang lain, prinsip yang
muncul membiaskan jati diri kita. Kemana semua itu?. Manusia memang
harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dan perubahan namun adaptasi
tanpa adanya prinsip dari masing-masing pribadi, apakah akan membawa
suatu yang lebih baik? Bijaknya kita sudah mengetahui jawaban apa yang
bsia kita sepakati.untuk hal itu.
Jumat, 28 Desember 2012
Senin, 28 Mei 2012
Lady Gaga's concert in Indonesia is just fading dreams
I"'M BEAUTIFUL IN MY WAY 'CAUSE GOD MAKES NO MISTAKES I'M ON THE RIGHT TRACK BABY I WAS BORN THIS WAY"
#BTWBallGBK sudah menghitung hari. Saya sudah mempersiapkan kostum khusus untuk konser nanti. Perasaan saya menggebu2 cepat2 ingin ke tanggal 3juni. Namun, Mimpi itu (belum) menjadi nyata.
Pertama kali saya mengetahui berita batalnya konser lady gaga. saya langsung lemes seketika. Berita ini sudah resmi dan itulah yang membuat saya makin sedih. Saya tunggu beberapa saat, barulah promotor @bigdaddy mengeluarkan statement resmi melalui akun twitternya. Saya benar-benar sedih. Ini bukan persoalan apakah uang tix akan dikembalikan atau tidak tapi ini soal seorang fans yang ingin bertemu dengan idolanya.
Seorang fans yang ingin bernyanyi, menari, teriak2 dengan lil monsters lainya bersama sang Mother Monsters. Lebih lanjut lagi, saya teringat tweet dan video @ladygaga yang berterimakash kepada fans nya di Indonesia dan berjanji akan datang ke Indonesia.Namun ini semua bukan salah @ladygaga ataupun promotor. Semua terjadi karena terlalu sempitnya pemikiran mereka yang melakukan protes dan mengancam kekerasan. Lady Gaga sosok fenomenal yang memang bukan hanya di negara kita di protes tapi di banyak negara dia juga di protes tapi konser tetap berjalan. kenapa? karena tidak ada ancaman kekerasan.
Saya menghargai pendapat mereka yang mengatakan lady gaga itu selalu mengenakan pakaian yang bertolak dengan budaya kita. Saya juga sangat menghargai kekhawatiran mereka akan moral kita yang menonton lady gaga. Namun, mereka tidak melihat betapa dermawan nya dan perjuangannya memberi semangat u/ penderita HIV dan korban bully. Biarlah kami menikmati momen berharga yang sudah kami tunggu2 bertahun2. Izinkanlah kami bertemu dengan inspirator kami hanya selama 2jam.
Ya.. sekarang mau gimana lagi? pihak lady gaga telah membatalkan konser dan tidak ada yang bisa merubahnya. Hanya satu yang tetap akan terjadi bahwa kami little monsters akan terus mengidolakan mother monster, akan terus belajar darinya. akan terus menikmati karya-karyanya. Lady Gaga mengajarkan kebebasan berekspresi, mengajarkan bahwa menjadi beda itu bukan masalah, mengajarkan bahwa nikmat Tuhan itu sudah sepatutnya disyukuri.
Perasaan saya mulai membaik saat @ladygaga berkomentar melalui akun twitter ny @ladygaga
"We had to cancel the concert in Indonesia. I'm so very sorry to the fans & just as devastated as you if not more. You are everything to me"
"I will try to put together something special for you. My love for Indonesia has only grown. #GagaSendsLoveToJakarta and all its people."
Bagaimana bisa kalian memanggil wanita lembut dengan sebutan "setan" yang ketika kalian menghujat, dia malah memberi cinta?
Kekhawatiran saya hanya satu, ketika Indonesia sebuah negara yang (masih-terus) berkembang bisa membatasi seseorang yang masuk dalam 100 orang paling berpengaruh maka jangan gigit jari saat musisi atau siapapun orang Indonesia dipersulit atau dilarang berkarya di negara lain. Saya tidak mengharapkan hal itu terjadi tapi ya kita lihat saja.
#BTWBallGBK sudah menghitung hari. Saya sudah mempersiapkan kostum khusus untuk konser nanti. Perasaan saya menggebu2 cepat2 ingin ke tanggal 3juni. Namun, Mimpi itu (belum) menjadi nyata.
Pertama kali saya mengetahui berita batalnya konser lady gaga. saya langsung lemes seketika. Berita ini sudah resmi dan itulah yang membuat saya makin sedih. Saya tunggu beberapa saat, barulah promotor @bigdaddy mengeluarkan statement resmi melalui akun twitternya. Saya benar-benar sedih. Ini bukan persoalan apakah uang tix akan dikembalikan atau tidak tapi ini soal seorang fans yang ingin bertemu dengan idolanya.
Seorang fans yang ingin bernyanyi, menari, teriak2 dengan lil monsters lainya bersama sang Mother Monsters. Lebih lanjut lagi, saya teringat tweet dan video @ladygaga yang berterimakash kepada fans nya di Indonesia dan berjanji akan datang ke Indonesia.Namun ini semua bukan salah @ladygaga ataupun promotor. Semua terjadi karena terlalu sempitnya pemikiran mereka yang melakukan protes dan mengancam kekerasan. Lady Gaga sosok fenomenal yang memang bukan hanya di negara kita di protes tapi di banyak negara dia juga di protes tapi konser tetap berjalan. kenapa? karena tidak ada ancaman kekerasan.
![]() | |
| Born This Way Ball at Japan |
![]() |
| Born This Way Ball at Japan |
Ya.. sekarang mau gimana lagi? pihak lady gaga telah membatalkan konser dan tidak ada yang bisa merubahnya. Hanya satu yang tetap akan terjadi bahwa kami little monsters akan terus mengidolakan mother monster, akan terus belajar darinya. akan terus menikmati karya-karyanya. Lady Gaga mengajarkan kebebasan berekspresi, mengajarkan bahwa menjadi beda itu bukan masalah, mengajarkan bahwa nikmat Tuhan itu sudah sepatutnya disyukuri.
Perasaan saya mulai membaik saat @ladygaga berkomentar melalui akun twitter ny @ladygaga
"We had to cancel the concert in Indonesia. I'm so very sorry to the fans & just as devastated as you if not more. You are everything to me"
"I will try to put together something special for you. My love for Indonesia has only grown. #GagaSendsLoveToJakarta and all its people."
Bagaimana bisa kalian memanggil wanita lembut dengan sebutan "setan" yang ketika kalian menghujat, dia malah memberi cinta?
Kekhawatiran saya hanya satu, ketika Indonesia sebuah negara yang (masih-terus) berkembang bisa membatasi seseorang yang masuk dalam 100 orang paling berpengaruh maka jangan gigit jari saat musisi atau siapapun orang Indonesia dipersulit atau dilarang berkarya di negara lain. Saya tidak mengharapkan hal itu terjadi tapi ya kita lihat saja.
Sabtu, 25 Februari 2012
Buah Manis dari Kesabaran
Hai kawan!
kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai kesabaran.
sekitar tgl 5feb saya pergi ke semarang utk mengurus KRS (Kartu Rencana Studi) sekaligus konsultasi mengenai mata kuliah utk semester 2 dengan dosen wali saya (bernama Pak Lubis).
Hari pertama :
datang ke kampus dan berharap urusan cepat selesai. saya dan teman2 mulai menyusun rencana mata kuliah yg akan diambil dan menunggu giliran antrian utk konsultasi. Namun, kurang beruntungnya saya, belum sampai giliran saya, sang Dosen sudah beranjak pergi.
Hari Kedua :
Kali ini saya datang kekampus hanya bertiga dengan teman saya. Saya janjian dengan beliau jam 09.00 wib. ketika sampai diruangan dosen, beliau terlihat keluar ruangan. saya berfikir sih hanya sekedar ke toilet. Namun satu jam saya tunggu beliau tidak kembali. Alhasil, saya coba untuk sms beliau, dan ternyata balesanya sedikit bikin lemes "saya lagi nyelayat bekas ibu kost saya". kenapa bikin lemes? Pertama, saya udh nunggu hampir satu jam lebih. Kedua, Beliau itu bisa dibilang sudah tua, lalu berapa umur ibu kostnya saat meninggal?. Saya memutuskan pulang dan (lagi) tanpa hasil.
Sampai di kostan, saya sempat berfikir untuk pulang saja hari ini. Ya, karena memang saya janji utk sebentar saja disini (masih ingin liburan). Namun, saya ingat kata2 Kakak saya "Urus dulu sampai selesai, baru pulang". Akhirnya, setelah saya sholat dan berdo'a saya memutuskan untuk menyelesaikan urusan ini baru kemudian pulang.
Hari Ketiga :
Saya sendirian ke kampus. benar2 sendirian!! teman2 saya capek bolak-balik ke kampus. Syukurlah kali ini membuahkan hasil, Pak Lubis ada di ruangan dan saya mulai konsultasi. Beliau orang yang detail dan teliti, mungkin jika belum kenal kesanya serem dan galak tapi sebenernya kalo menurut saya dia itu baik dan tegas. alhasil urusan utk pengisian KRS selesai dan matakuliah saya langsung disetujui.
Hari Keempat :
Hari ini saya balik ke kampus lagi meminta ttd Pak Lubis utk KRS saya. Setelah selesai di ttd, malamnya saya langsung meluncur pulang ke Bekasi. Sepanjang perjalanan saya jadi paham mengenai buah manis dari kesabaran. Coba jika saya langsung pulang sedangkan urusan belum selesai, saya jadi harus bolak balik bekasi-semarang-bekasi-semarang hhe. Betapa Allah Swt benar2 bersama orang2 yang sabar.
sekian pengalaman saya, semoga bermanfaat ya kawan!
kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai kesabaran.
sekitar tgl 5feb saya pergi ke semarang utk mengurus KRS (Kartu Rencana Studi) sekaligus konsultasi mengenai mata kuliah utk semester 2 dengan dosen wali saya (bernama Pak Lubis).
Hari pertama :
datang ke kampus dan berharap urusan cepat selesai. saya dan teman2 mulai menyusun rencana mata kuliah yg akan diambil dan menunggu giliran antrian utk konsultasi. Namun, kurang beruntungnya saya, belum sampai giliran saya, sang Dosen sudah beranjak pergi.
Hari Kedua :
Kali ini saya datang kekampus hanya bertiga dengan teman saya. Saya janjian dengan beliau jam 09.00 wib. ketika sampai diruangan dosen, beliau terlihat keluar ruangan. saya berfikir sih hanya sekedar ke toilet. Namun satu jam saya tunggu beliau tidak kembali. Alhasil, saya coba untuk sms beliau, dan ternyata balesanya sedikit bikin lemes "saya lagi nyelayat bekas ibu kost saya". kenapa bikin lemes? Pertama, saya udh nunggu hampir satu jam lebih. Kedua, Beliau itu bisa dibilang sudah tua, lalu berapa umur ibu kostnya saat meninggal?. Saya memutuskan pulang dan (lagi) tanpa hasil.
Sampai di kostan, saya sempat berfikir untuk pulang saja hari ini. Ya, karena memang saya janji utk sebentar saja disini (masih ingin liburan). Namun, saya ingat kata2 Kakak saya "Urus dulu sampai selesai, baru pulang". Akhirnya, setelah saya sholat dan berdo'a saya memutuskan untuk menyelesaikan urusan ini baru kemudian pulang.
Hari Ketiga :
Saya sendirian ke kampus. benar2 sendirian!! teman2 saya capek bolak-balik ke kampus. Syukurlah kali ini membuahkan hasil, Pak Lubis ada di ruangan dan saya mulai konsultasi. Beliau orang yang detail dan teliti, mungkin jika belum kenal kesanya serem dan galak tapi sebenernya kalo menurut saya dia itu baik dan tegas. alhasil urusan utk pengisian KRS selesai dan matakuliah saya langsung disetujui.
Hari Keempat :
Hari ini saya balik ke kampus lagi meminta ttd Pak Lubis utk KRS saya. Setelah selesai di ttd, malamnya saya langsung meluncur pulang ke Bekasi. Sepanjang perjalanan saya jadi paham mengenai buah manis dari kesabaran. Coba jika saya langsung pulang sedangkan urusan belum selesai, saya jadi harus bolak balik bekasi-semarang-bekasi-semarang hhe. Betapa Allah Swt benar2 bersama orang2 yang sabar.
sekian pengalaman saya, semoga bermanfaat ya kawan!
Selasa, 31 Januari 2012
NFQ2 : " Cerdas, Menggugah selera sedekah
Assalamu’alaikum wr.wb
Hai kawan!
Kali ini saya akan membahas buku “ Notes
From Qatar 2” yg merupakan lanjutan dari “Notes From Qatar” karya dari pemuda
super Muhammad Assad. Kali ini Bang Assad menamakan formula baru di NFQ2 ini
dengan 3H’s : Honest, Humble, Helpful.
NFQ2 tak jauh beda dengan buku sebelumnya, membahas tentang
pengalaman2 Assad selama kuliah di Qatar. Namun, disini Assad menyelipkan
banyak #SSS (Sedekah Super Story) yang berasal kiriman dari para pembaca
bukunya. Cover NFQ2 lebih terlihat mewah. Balutan warna hitam pekat
dengan tekstur ukiran2 halus dengan paduan warna emas dan putih. Jumlah halaman
pun lebih banyak menandakan banyak topik2 seru yg di bahas. Sama seperti halnya NFQ, NFQ2 memiliki alur yang sederhana,
konsisten, dan rapih. Gaya bahasa yang diutarakan Assad sangai baik dan mudah
dimengerti. Cerita2 sedekah dari para
pembaca menambah butiran2 inspirasi yg bisa kita petik dari sini. Assad juga tak lupa memasukkan hadist-hadist sehingga apa
yang diutarakan memiliki bukti pasti.
Saat mulai membaca, tak kesulitan untuk menemukan
chemistery. Apalagi ini bukan buku
berseri, sehingga tidak perlu membaca buku sebelumnya untuk memahami NFQ2. Dengan menyelipkan cerita2 sedekah di tengah2
topik utama, membuat kita tidak bosan. Topik yang saya sangat suka adalah “ Sabar itu (gak) ada
batasnya”. Disana dibahas lengkap mengenai kesabaran.
“Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepada kamu sekalian
dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah (2):155)
Singkat kata NFQ2 itu : “Cerdas, Menggugah Selera
Bersedekah”
Akhirnya, saya ucapkan teriamkasih Bang Assad atas inspirsarinya lewat buku NFQ2. Selamat atas kelulusan S2 Islamic Finance di Qatar dan semoga tetap menginspirasi kita semua dengan karya2 selanjutnya.
Wassalamu'alaikum wr.wb
follow twitter Bang Assad utk update-an super! @MuhammadAssad
kunjungi juga blog ny : www.muhammadassad.wordpress.com
Kamis, 26 Januari 2012
Suguhan Sedekah Luar Biasa #NFQ
assalamu'alaikum wr.wb.
Hello kawan, kali ini saya akan membahas tentang buku karya
Muhammad Assad : Notes From Qatar.
Saya mendapat rekomendasi untuk membaca buku ini dari
sahabat saya.
Well, langsung aja.
Notes From Qatar merupakan jenis buku motivator karya
Muhammad Assad mahasiswa S2 di Qatar. Dia asli orang Indonesia yg mendapat
beasiswa di Qatar. Buku ini merupakan aplikasi dari blog miliknya
(muhammadassad.wordpress.com). Tulisan-tulisan di blognya itu dikumpulkan dan
dijadikan buku. Cerita-ceritanya berisi tentang isu-isu global, syari’ah Islam
dan berbagai keajaiban dari
sedekah. Isi buku ini merupakan pengalaman-pengalaman dari sang penulis sendiri selama
tinggal di Qatar (Itu kenapa judul buku ini Notes From Qatar (Catatan dari
Qatar)). Sudah banyak memang buku2 bergenre seperti ini tapi NFQ ini beda!
Kenapa?.
Pertama, status Muhammad Assad sebagai mahasiswa menjadikan
dia mengerti keadaan kita (mahasiswa) sehingga cerita yang dituturkan pas
banget. Kita serasa merasakan pengalaman-pengalaman yg dialami oleh Bang Assad. Jadi
tidak menggurui.
Kedua, gaya bahasanya “masa kini banget deh” maksudnya tidak
berbelit belit, singkat, padat namun aliranya pas. Setiap cerita yang
dituturkan santai namun bermakna.
Ketiga, walau cerita-cerita yang disuguhkan mengenai macam-macam hal yg
diraih sang penulis namun tidak menunjukkan rasa kesombongan sama sekali.
Justru Bang Assad menyampaikan segala macam hal itu dengan baik sehingga kita
malah dapat mengikuti dia dengan mudah.
Keempat, Bang Assad selalu menyelipkan hadist-hadist disetiap certanya. Jadi sebagai mahasiswa kita dapat mendalami agama Islam tanpa harus merasa risih.
Di zaman seperti ini, banyak orang yang memerlukan motivasi
untuk bergerak maju. Terlebih mahasiswa sebagai agen perubahan dan penerus
bangsa perlu menanamkan sifat kritis, pantang menyerah dan tanggungjawab. Bang
Assad mengajarkan hal itu semua. Bagaimana caranya kita memperluas pergaulan,
bagaimana cara untuk terus berusaha dan berdo’a dan yang menjadi poin utama
adalah bagaimana kita menanamkan sedekah menjadi agenda wajib kita sehari-hari.
follow twitternya : @muhammadassad
xoxo
originaly posted by febryansyah
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Langganan:
Postingan (Atom)






